Yang satu dua lima sepuluh *what ever* ini merupakan salahsatu logo buatan gue yang diikutsertakan di 99designs.com untuk sebuah lomba desain logo aplikasi Windows Phone. Dibuat dengan CorelDraw x4 dengan penuh cinta dan kasih sayang (huek :&), desain ini GAGAL memenangkan perhelatan sengit para 99designer T.T
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Desember 2013
Desain Logo Messmate
Beberapa waktu lalu gue sempet rajin mantengin 99designs.com dan mencoba mengikuti satu-dua dari ribuan lomba desain yang ditawarkan situs tersebut. Dengan pede-nya gue ikut blind contest dimana orang lain gak bisa liat desain gue begitupun sebaliknya.
Senin, 24 Oktober 2011
Hapuskan Saja Undang-Undang Hak Cipta
Berbicara mengenai peran ilmu komputasi ( tema lombanya
ITTelkom di http://computingcup.ittelkom.ac.id/
), sepertinya akan terlihat jelas pada sekolah-sekolah kejuruan teknik maupun
non teknik yang ada di Indonesia. Sekolah yang berkualitas tentunya harus
menyediakan fasilitas yang lengkap. Namun tidak semua sekolah dapat menyediakan
fasilitas-fasilitas tersebut karena harga perangkatnya yang sangat mahal.
Sebagai contoh, bagi siswa jurusan elektronika industri harus menguasai PLC
(Programmable Logic Controller) yang harga 1 unit simulatornya bisa mencapai
6juta rupiah. Atau bahkan untuk mempraktekkan ilmu elektropneumatik, sekolah
harus menyediakan 1 set pipa pneumatic yang harganya mencapai 200ribu rupiah (1
set terdiri dari minimal 2 pipa + regulatornya dikali jumlah siswa). Hal ini
mendorong sekolah untuk mulai menggunakan software simulator yang lebih praktis
dan murah namun harganya tidak jauh berbeda, karena seperti yang telah
kita ketahui, aplikasi-aplikasi tersebut pastinya dilindungi oleh Undang-undang
sehingga harganya tidak murah.
Memang, selama ini Undang-undang tentang Hak Cipta telah
memberikan kontribusi yang besar bagi para programmer yang terus berlomba
menghasilkan aplikasi-aplikasi yang berkualitas. Tingkat kualitas
aplikasi-aplikasi ini dapat diukur dari harganya. Maka tak heran jika
aplikasi-aplikasi pendidikan harganya sangat mahal (karena kualitasnya yang
jempolan), terutama yang sering digunakan baik oleh siwa-siswi SMA/SMK maupun
mahasiswa-mahasiswi Universitas. Tengok saja aplikasi Proteus Pro untuk
simulator rangkaian elektronika yang harga lisensinya bisa mencapai 2juta
rupiah.
Langganan:
Postingan (Atom)



