Kejadian tadi malam tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Bagaimana bisa ada anak macam ini? Tingkahnya tak begitu wajar. Pembawaannya yang riang namun sangat berlebihan itu, membuat penumpang lain merasakan hal-hal yang berbeda. Ada yang risih mendengar nyanyian "merdu"-nya, yang tertawa melihat perangainya saat memelototi tukang tahu dan yang kebingungan dengan semua tingkah lakunya itu termasuk aku. Sempat terpikir olehku, apakah aku salah naik kereta?
Anak itu hitam kulitnya, matanya besar dengan rambut yang acak-acakan. Sekilas ia terlihat seperti tokoh "Ojan" dalam acara komedi SKETSA di transTv. Celana pendeknya yang diangkat sampai perut sangat tidak serasi dengan jaket Aremania-nya yang kumal. Seperti menyembunyikan sesuatu di perutnya yang membuncit itu, hingga ia mengeluarkan beberapa
Tampilkan postingan dengan label anak jalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak jalanan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Januari 2011
Jumat, 01 Oktober 2010
Anak itu Masih Ingin Sekolah
Seperti biasa, sore itu adalah hari yang melelahkan. Gue yang always balik pake KRD ini, memilih untuk duduk di gerbong paling depan. Disitulah si gue bertemu dengan anak ini..
Namanya adalah Robi, dia membawa sebuah gembolan besar lalu menyimpannya dibawah tempat duduknya. Ia duduk di depan gue, kemudian berbaring disana, kelihatannya kelelahan. Tak lama saat kereta berhenti di st.Ciroyom, adzan Maghrib berkumandang. Berhubung gue lagi puasa, dikeluarkanlah sekeresek gorengan dari tas gue. Robi terbangun, lalu melihat kearah makanan yang sedang gue santap sambil memegangi perutnya. Karena gue gak tega, akhirnya gue kasih dah sebagian makanan gue. Ia berbisik berterimakasih lalu
Namanya adalah Robi, dia membawa sebuah gembolan besar lalu menyimpannya dibawah tempat duduknya. Ia duduk di depan gue, kemudian berbaring disana, kelihatannya kelelahan. Tak lama saat kereta berhenti di st.Ciroyom, adzan Maghrib berkumandang. Berhubung gue lagi puasa, dikeluarkanlah sekeresek gorengan dari tas gue. Robi terbangun, lalu melihat kearah makanan yang sedang gue santap sambil memegangi perutnya. Karena gue gak tega, akhirnya gue kasih dah sebagian makanan gue. Ia berbisik berterimakasih lalu
Langganan:
Postingan (Atom)

