Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Preface


Sudah cukup lama saya tidak menyentuh blog ini. Menelusuri riwayat tulisan, ingin rasanya saya kembali ke masa lalu. Menulis semua yang saya pikirkan, semau saya menggunakan bahasa yang super santai dan seenaknya.  Tapi masa itu sudah lewat. Saya sebenarnya tidak ingin menjadi membosankan. Namun ini terjadi begitu saja. Lagipula, hasil observasi saya ketika semester satu tentang penggunaan bahasa baku, menunjukkan bahwa sekarang saatnya kaum muda seperti saya untuk mempopulerkan kembali bahasa yang baik dan benar. 

Gue cuma berharap,

Sabtu, 30 Juli 2011

Cerpen: Sahabat (jangan) Jadi Cinta


"OK, kalo emang mau kamu, mungkin jalan keluar yang terbaik adalah berpisah. Dan ingat, aku gak mau ketemu lagi sama kamu!"
"Tapi Ca.."
"Pokoknya aku gak mau ketemu sama kamu lagi! Besok aku bakalan ngembaliin semua barang yang pernah kamu kasih ke aku"
"Ca.. please.."
".. tut, tut, tut .." Caca menutup teleponnya.

Minggu, 06 Maret 2011

Perbedaan Kuliah di Belanda dan di Indonesia


Perbedaan paling mencolok antara berkuliah di Belanda dengan di Indonesia adalah (tentu saja) bahasanya. Namun keadaan ini masih dibilang lebih baik, karena meskipun Belanda mempunyai bahasa resminya sendiri, namun kita tidak perlu repot-repot mempelajarinya. Kita cukup mempelajari bahasa Inggris saja, karena hampir 80% warga Belanda menguasai bahasa Inggris. Berbeda dengan Indonesia, yang tidak semua warganya dapat berbahasa Inggris, sehingga membuat negara ini kurang diminati oleh mahasiswa luar negeri yang kesulitan mempelajari bahasa Indonesia.

Kedua,

Kamis, 06 Januari 2011

Sinopsis novel: Surat Kecil untuk Tuhan

Tahun baru kemarin, gue dapet pinjeman novel dari temen gue, judulnya "Surat Kecil untuk Tuhan". Katanya sih baca buku ini bakalan sedih banget. Jadi, gue coba, apakah buku yang ditulis Agnes Davonar ini dapat maksa gue buat ngeluarin air mata atau enggak?

Well, buku terbitan Inandra Published ini mengisahkan perjuangan dasyat Gita Sesa Wanda Cantika (Keke) melawan kanker ganas. Diceritakan bahwa Keke itu adalah gadis usia 15 tahunan yang sangat enerjik dan ceria. Ia tinggal bersama kedua kakak lelakinya (Chika dan Kiki) serta ayahnya (Joddy) yang baru saja cerai dengan ibunya. Suatu hari, Keke tertular penyakit mata kakaknya, Kiki. Awalnya ia santai-santai saja. Namun telah beberapa hari matanya tidak sembuh juga. Dan parahnya, ketika ia bermain voli dengan temannya, tiba-tiba Keke pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh ayahnya. Disitulah ayahnya tahu bahwa Keke telah terinfeksi penyakit rabdomiosarkoma atau

Selasa, 28 Desember 2010

Pengumuman kelahiran

PENGUMUMAN



Alhamdulillahirabbil’alamin.

Tiada puji melainkan untuk Allah SWT yang telah memberikan